

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Tanah Bumbu, Lilik Yulianti, M.Pd emgajak kepada seluruh tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTsN 3 Tanbu agar terus bersinergi dan berjuang dalam rangka berusaha untuk membentuk generasi Indonesia yang tangguh secara lahir dan batin.
Pesan tersebut disampaikan pada acara Sarapan Pagi Bersama usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2024 di Aula madrasah. Dalam kesempatan itu kamad meminta kepada seluruh yang hadir untuk terus berkometmen untuk berjuang untuk anak bangsa dengan segala resiko.
“Salah satu pemaknaan terhadap nilai-nuilai kepahlawanan ini adalah menanamkan semangat dan niat untuk terus berusaha meningkatkan kemamuan diri guna mencapai standar maksimal sehingga bisa mmebentuk generasi-=generasi pejuang dengan ilmu dan akhlak yang seimbang untuk menjdi generasi emas Indonesia. Komtemen tersebut harus selalu kita tanamkan di jiwa masing-masing, walau terkadang kita dihadapkan pada kenyataan tidak semua niat baik kita diterima oleh masyrakat khususnya orang tua atau wali peserta didik. Itulah perjuagan kita,” kata Lilik Yulianti di hadap PTK sambil menyantap sarapan pagi, Ahad (10/11/24).
Lebih lanjut dikatannya bahwa untuk menjadi pahlawan tidak perlu kita memproklamirkan diri, semuanya akan menjawab seiring dengan berjalannya waktu yang terpenting bagaimana kita berniat baik dan kebaikan masyarakat dan bangsa ini, meskipun haus mendapat cercaan bahkan hinaan akan tetapi Allah seantiasa hidup, melihat dan mendengar yang akan membuka hijab dan rahasia tentang misi kebenaran yang kita. Oleh karenanya kata kamad jangan bersedih manakala kita tidak mendapat penghargaan apa-apa ketika sedang memperjuangkan sesuatu. Namun semuanya akan tercatat sebagai amal kebaikan yang insya Allah akan Allah gantikan dengan pahala yang berlipat sesuai degnan niat perumntukannya.
Hal senanda diungkapkan pula oleh H. Mispar, S. Ag selaku pembina upacara dan juga menjabat sebagai Pengawas madrasah untuk Wilayah Kecamatan Satui dan Angsana. Menurutnya bahwa niat baik seseorang akan tercatat dengan tinta emas walau orang lain tidak mengetahui. Sepertinya para pahlawan yang gugur di medan tempar pada masa merebut dan mempertahankan kemerdekaan masa lalu. Tidak sedikit dari rakyat Indonesia yang gugur namjn tidak diketahui siapa dia. Akan tetapi semua masyarakat akan mengenang selalu berjuangan mereka tanpa mengenal siapa dia.
“Begitu pula kita hendaknya jika melakukan kebaikan untuk masyarakat, bangsa dan agama jangan berkecil hati jika perjuangan kita tidak mendapat penghargaan bahkan tidak diketahui oleh orang lain. Itulah nuilai ibadah yang akan membawa ke surga karena tidak akan memunculkan rasa riya, sum’ah ataupun ujub,” imbuh H. Mispar.
Acara sarapan pagi ini diikuti oleh seluruh peserta Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2024. Semoga akan selalu menumbuhkan rasa ikhlas terhadap apa yang telah diperbuat dan akan mendatangkan kebaikan bagi bangsa dan negara, terutama mentranferkan nilai-nilai kepahlawanan di setiap dada generasi Indonesia sebagai generasi estapet dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan beradab.
Penulis: Man
Foto: Fat
Redaktur: Reni
