

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Sebagian siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Tanah Bumbu mulai menyenangi olah raga permainan Balogo Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme mereka yang tergabung dalam ekskul Balogo. Kondisi ini tentu kabar menggembirakan. Sebab Balogo adalah salah satu olah raga berbentuk permaian yang berakar dan berkembang di lingkungan masyarakat Banjar Kalimantan Selatan dan suku Dayak Kalimantan Tengah.
Menurut pembina ekskul Balogo, Junaidi menuturkan bahwa mulanya tidak banyak yang bermninat dalam ekskul ini namun kian hari kian bertambah dan permainan yang ditampilkanpun semakin baik. Sehingga kesenangan mereka tersebut terus digenjot menjadi suatu hobi yang akan melahirkan prestasi.
“Selagi mereka punya semangat dan antusiasme terhadap permainan ini maka kita akan terus bina dan berikan bimbingan agar mereka lebih mahir dan profrdional dalam memainkan permainanan ini. Untuk menumbuhkan semangat lebih mengebu-gebu lagi, bila ada tunamen ataupun kejuaraan yang bersifat lokal kita akan kirim mereka untuk mengikuti kegiatan lomba tersebut dengan harapan akan menumbuhkan bakat, keterampilan dan mentalitas mereka dalam bertanding,” kata Junai di sela-sela kesibukannya memberikan arahan dan bimbingan kepada anak didiknya, Selasa (12/11/24).
Sebagaimana diketahui Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak hingga remaja dan umumnya hanya dimainkan oleh kaum laki-laki saja pada tempo dulul. Sesuai dengan perkembangan hingga saat ini maka permaina n balogo tidak saja dimainkan oleh kaum laki-laki tetapi juga sudah merambah di kalangan perempuan.
Di kutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menguraikan istilah Balogo. Nama Balogo diambil dari kata logo yaitu bermain dengan menggunakan semacam alat yang terbuat dari berbagai bahan, bisa dari plastik, tempurung kelapa ataupun bahan lain yang sudah dimodifikasi dan bentuknya seperti bidawang (bulus), biuku (penyu), segi tiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar. Ukurannya dengan garis tengah berkisar 5-7 cm dan tebal 1-2 cm.
Sedangkan cara permainannya adalah dengan dibantu sebuah alat yang disebut campa atau stik atau panapak atau cabang yang panjangnya kira-kira 40 cm dengan lebar 2 cm. adapun fungsinya adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo lawan yangg di pasang.
Adapun cara permainannnya bisa secara perorangan bisa juga secara beregu yang tefiri dari 2 – 5 orang.
Dari melihat kemudian mencoba, rupanya anak-anak generasi Z ini mulai tertarik dan mengandrungi permainan balogo ini sehingga memunculkan hobi baru bagi mereka.
“Dan Alhamdulillah anak-anak MTsN 3 Tanbu sudah mulai mahir memainkan permainan ini bahkan sudah beberapak kali mengikuti perlombaan menghadapi orang dewasa yang sudah berpengalaman,” pungkas Junai.
Penulis: Man
Foto: Jun
Redaktur: Reni
