

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Memberikan hukuman terhadap siswa yang melakukan pelanggaran Tata Tertib (Tatib) madrasah pada dasarnya adalah sebagai sebuah peringatan dan pengharapan untuk perbaikan. Hal itulah yang menjadi dasar bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) menerapkan hukuman terhadap siswa-siswinya yang melanggar Tatib.
Beberapa siswa kedapatan memaninkan Handphone (Hp) disela-sela kegiatan pembiasaan akan dimulai yakni sholat Dhuha, dimana seharusnya siswa yang memang ditugaskan membawa Hp oleh salah satu guru mata pelajaran harus dikumpulkan di wali kelas terlebih dahulu dan bisa di ambil ketika mata pelajaran yang dimaksud akan dimulai pembelajaran.
Salah satu wali kelas VIII Siti Aisyah Hidayati, S.Pd segera mengambil tindakan terhadap beberapa siswa tersebut untuk memberikan hukuman yang edukatif kepada mereka dengan menyuruh mereka membaca ayat Suci Al-Quran.
Siswa yang melanggar Tatib tidak diberi sanksi fisik, seperti lari mengelilingi lapangan sekolah dan sebagainya, melainkan diberikan sanksi mendidik seperti membaca Ayat Suci Al-Quran dan membersihkan lingkungan di sekitar madrasah agar mereka lebih disiplin dan mencintai lingkungan hidup.
“Pemberian sanksi fisik menurut kami kurang efektif, dengan kebijakan ini selain membuat efek jera juga menumbuhkan kesadaran para siswa lebih mencintai Al-Quran dan untuk memperlancar mereka dalam melantunkan ayat suci Al-Quran terutama surah Yasin, semoga ini menjadi efek jera dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Aisyah.
Penulis : Dyah
Foto : Rifana
Redaktur : Reni
