

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Berdasarkan Surat Undangan Nomor: 154/Kk.17.12-1/PP.00/02/2025 perihal Rapat Koordinasi (Rakor) Operator Education Management Information System (EMIS) Radhatul Adhfal (RA) dan Madarsah tahun 2025, operator Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) Noor Ahyani mengikuti Rakor EMIS dalam rangka menuntaskan data Lembaga dan EMIS Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Kegiatan ini di dilaksanakan untuk mengevaluasi program kerja Bidang Pendidikan Madarsah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu (Kemenag Tanbu) yang diikuti oleh seluruh operator RA dan Madrasah se-Kabupaten Tanah Bumbu yang berjumlah 60 orang betempat di Aula Kemenag Tanbu. Kamis (06/02/25).
Dalam sambutannya Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Tanbu H. Mahmud, S.H.I mengimbau agar para operator memastikan data yang diberikan benar untuk mencegah cacat data di masa depan.
“Semua data harus sinkron karena di masa depan data tersebut juga akan dipergunakan para peserta didik untuk berbagai keperluan, jangan sampai terjadi kesalahan yang nantinya akan menyulitkan mereka,” pesannya.
Operator madrasah Ahyani mengungkapkan banyak sekali permasalahan pada EMIS GTK diantaranya data GTK tercatat ganda Email sudah pernah digunakan, data GTK tidak bisa ditemukan, data GTK tidak bisa didaftarkan ke EMIS, data GTK tidak bisa sinkron ke SIMPATIKA, data GTK tidak bisa diaktifkan ke SIMPATIKA, data dari SIMPATIKA tidak masuk dan terbaca sepenuhnya di EMIS.
“EMIS 4.0 merupakan aplikasi baru pengganti SIMPATIKA, untuk awal-awal ini banyak sekali kendala-kendala yang dialami karena masa peralihan/transisi, kami berupaya sebaik mungkin untuk berkoordinasi dengan operator lainnya agar segera menemukan Solusi sehingga data GTK dapat terinput semua pada aplikasi EMIS,” ujarnya.
Selain itu Ahyani juga menjelaskan sehubungan dengan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) guru pada madrasah batch 1 pemutakhiran data pada EMIS harus valid, hal ini dikarenakan pengumuman seklaigus daftar ulang PPG Daljab semuanya ada di EMIS.
“GTK yang berhak mengikuti PPG semuanya diumumkan di EMIS, jika ada guru yang merasa sudah mengikuti tes PPG dan dinyatakan lulus akan tetapi di EMIS masih ada beberapa menu yang tidak memenuhi syarat dan mengakibatkan tidak terpanggil sebagai peserta PPG maka data yang kurang bisa di verval terlebih dahulu agar singkron dan bisa mengikuti PPG Daljab, sekali lagi permasalahan yang ada karena peralihan aplikasi yang semula dari SIMPATIKA ke EMIS,” imbuhnya.
Ahyani berharap dengan Rakor ini semua permasalahan yang ada di madrasah dapat menemukan solusi dan cepat teratasi.
“Mudah-mudahan kedepannya tidak ada kendala lagi, semua guru yang memenuhi syarat bisa mengikuti PPG Daljab dan yang paling penting bisa mempercepat proses pencairan sertifikasi guru karena semua data diambil dari EMIS,” tutupnya.
Penulis : Dyah
Foto : Ahyani
Redaktur : Reni
