

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Pengelolaan ecobrick yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan akan dapat mengatasi frekuensi produksi sampah di kelas. Hal tersebut dapat terlihat dalam beberapa bulan terakhir eksistensi sampah itu sudah mulai terasa berkurang dengan adanya program ecobrick ini.
Menurut tim pendamping program ecobrick, Pembina OSIM-MPK Rahmawati Shaumi, S.Pd (Rara) menegaskan bahwa kegiatan program ecobrick adalah satu program progresif yang sangat bermanfaat dalam hal pengelolaan sampah. Secara teoritis ecobrick itu merupakan salah satu cara untuk memberdayakan sampah anorganik.
“Pada dasarnya ecobrick merupakan batu ramah lingkungan dan memang dapat digunakan dalam mendirikan bangunan, furnitur, modular, perabotan rumah tangga, raung hijau, hingga dinding dan gedung sekolah. Sehingga nanti bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat,” kata Rara Kamis, (13/02/25).
Untuk diketahui bahwa ecobrick berbeda dengan batu bata pada umumnya. Ecobrick dibuat dari botol yang diisi sampah plastik, “Kita maklumi plastik merupakan sampah non organik yang memiliki banyak manfaat namun juga memiliki dampak negatif yang besar bila tidak diamnfaatkan,” ujar Rara.
Untuk pemanfaatan sampah dengan menggunakan metode ecobrick dengan media botol plastik yang diisi padat dengan limbah non biological untuk membuat blok bangunan yang dapat dipergunakan kembali. Untuk inovasi ecobrick ini pertama kali dilakukan oleh Russell Maer seorang seniman dari Kanada. Menurutnya betapa berbahayanya sampah plastik bagi lingkungan dan mulai mencari solusi untuk mengurangi sampah plastik.
Kemasan-kemasan plastik yang sudah terisi padat kemudian digabungkan dan disusun menjadi benda-benda yang bermanfaat seperti meja, kursi ataun bangku dan dinding serta lantai panggung dan lain-lain. Botol-botol ecobrick itu direkatkan menggunakan lem adhesive atau bahan-bahan gibs/semen agar ecobrick dapat menempel dengan baik maka botol-botol itu harus diikat menggunakan tali dengan kuat.
Efek dari program ini sangat signifikan terasa dimana produksi sampah telah berkurang hampir separonya. Semoga ini terus berlanjut sehingga sampai berhasil membuat suatu karya yang nyata.
Penulis: Hla
Foto: Man
Redaktur: Reni
