

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Dalam rangka mewujudkan madrasah ramah anak. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) beserta Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan, dan guru Bimbingan Konseling (BK) mengikuti Seminar Anti-Bullying di Madrasah Tahun 2025 secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 12-13 Maret 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd., menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta langkah konkret dalam menciptakan madrasah yang ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk bullying. Ia juga menekankan pentingnya penerapan kurikulum cinta dalam upaya pencegahan bullying.
“Mari bersama-sama membangun madrasah yang ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk bullying,” ajaknya kepada seluruh peserta seminar.
Guru BK MTsN 1 Tanbu Asti Wulandari, S.Psi.I menjelaskan materi yang dipaparkan dalam seminar tersebut meliputi berbagai aspek penting terkait bullying, antara lain: Pengertian dan jenis-jenis bullying, dampak negatif bullying terhadap korban dan pelaku, strategi pencegahan dan penanganan bullying di madrasah dan peran guru, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman.
“Saya merasa sangat terbantu dengan materi-materi yang disampaikan. Seminar ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bullying dan cara-cara efektif untuk mengatasinya, serta kami bisa melakukan tanya jawab dimana banyak pakar yang kompeten dihadirkan pada seminar kali ini,” ujarnya.
Asti mengungkapkan bahwa pihaknya akan lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa, terutama yang berpotensi menjadi pelaku atau korban bullying. Guru BK juga akan meningkatkan layanan konseling dan bimbingan kepada siswa yang mengalami masalah terkait bullying.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam seminar ini adalah penanganan terhadap siswa yang menjadi korban bullying. Para narasumber menekankan pentingnya memberikan dukungan psikologis dan pendampingan kepada korban, serta melibatkan orang tua dan pihak terkait lainnya dalam proses pemulihan.
Diakhir Asti berharap agar seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan madrasah yang bebas dari bullying.
“Semoga setelah mengikuti seminar ini, kami dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” harapnya.
Penulis : Dyah
Foto : Dyah
Redaktur : Reni
