

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) Dra. Hj. Hikmah, M.M mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan, guru Bimbingan Konseling (BK) dan perwakilan guru guna membahas Tata Tertib (Tatib) madrasah di runag Kepala Madrasah, Senin (21/07/25).
Hj.Hikmah mengatakan Rakor kali ini merevisi dari Tatib yang sudah ada, Dimana ada beberapa poin yang harus diganti agar sesuai dengan predikat sekolah ramah anak.
“Tatib ini harus dibahas duduk bersama dengan guru BK agar nantinya apa yang termuat dalam Tatib selaras dengan sangsi ayang akan diberikan bagi yang melanggar, dan Tatib harus dijalankan sesuai prosedur,” ujar Hikmah dirunganya.
Lebih lanjut Hikmah mengatakan Tatib dibuat, diawasi dan ditindak oleh seluruh dewan guru MTsN 1 Tanbu, dan jika memang terjadi pelanggaran langsung ditindak dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat bersama.
“Intinya Kerjasama antar Pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) menjadi salah satu pondasi bisa dijalankannya peraturan dan tata tertib madrasah secara maksimal dan baik,” ucapnya.
Hikmah menjelaskan tata tertib MTsN 1 Tanbu menjadi pondasi utama terselenggaranya pembelajaran yang baik, karena akan menjadi tolak ukur kegiatan siswa sehari – hari, dan setiap tata tertb tentunya harus diketahui tidak hanya oleh guru tapi juga siswa dan orang tua sehingga dalam setiap tindakannya akan mendapatkan kesepakatan bersama.
“Tata tertib yang sudah dibuat atau diubah tentunya harus diketahui oleh komite dan orang tua, sehingga jika memang ada persetujuan maka tata tertib bisa dijalankan dan dikelola oleh madrasah melalui seluruh PTK MTsN 1 Tanbu,” ucapnya.
Dalam hal penerapan tata tertib kata Hikmah, tidak hanya punishmen yang akan diberlakukan akan tetapi juga ada reward bagi siswa yang kebetulan melakukan atau melanggar tata tertib dan poin bertambah maka dengan reward yang dia dapat point bisa dikurangi bahkan dihilangkan.
“Reward yang bisa didapatkan siswa berasal dari prestasi yang mereka dapatkan yakni prestasi dari tingkat madrasah sampai ke tingkat internasional, sehingga jika siswa tersebut bisa membawa nama baik madrasah dalam ajang lomba maka reward yang diberikan yakni pengurangan point jika siswa yang bersangkutan mendapatkan poit kesalahan, namun jika tidak ada reward dari madrasah,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut Wakamad Kesiswaan Rusdiah Rapi mengatakan jika pihaknya dan dewan guru lainnya akan siap menegakkan Tatib dengan terukur dan sesuai prosedur dengan baik, namun tentunya dengan arahan dan bimbingan pihak madrasah.
Penulis : Dyah
Foto : Dyah
Redaktur : Ren
