

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Tradisi bersalaman atau datang dan pulang kembali diterapkan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tanah Bumbu.
Kegiatan Salaman lingkungan sekolah Indonesia adalah praktik umum yang berlangsung turun temurun dari generasi ke generasi. Hanya saja akhir-akhir ini tradisi tersebut mulai ditinggalkan meskipun masih ada yang mempertahankan kegiatan itu samai sekarang.
Wakil Kepala Madrasah Lilik Sutiyani, S.Pd menuturkan bahwa menyambut siswa bersalaman di depan gerbang madrasah adalah tradisi yang tampak sederhana namun memiliki dampak positif yang besar.
Ini tidak hanya sebagai bentuk sapaan hangat dari guru kepada siswa, tetapi juga sebagai cara untuk menciptakan suasana sekolah yang lebih ramah dan harmonis. Begitu juga saat melepas kepulangan mereka dengan salaman tentu akan menumbuhkan kesan yang mendalam.
“Kegiatan bersalaman saat menyambut siswa ketika datang ke madrasah dan ketika melepas mereka pulang tentu memiliki makna yang sarat dengan nilai. Tradisi ini tentu akan berfungsi sebagai sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai sopan santun, rasa hormat, dan pembangunan karakter positif pada peserta didik,” kata Lilik, Rabu (5/11/2025).
Melalui langkah ini diharapkan interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik sehingga menciptakan hubungan yang lebih erat dan mendukung lingkungan belajar yang positif.
Kini tradisi itu kembali diterapkan di lingkungan MTsN 3 Tanah Bumbu. Semoga ini menjadi awal yang baik guna menciptakan hubungan yang akrab dan penuh kasih sayang anatar guru dan murid.
Penulis: Man
Foto: Lih
Redaktur: Reni
