

Kusan Hilir (MAN Tanbu) – Kegiatan muhadharah kembali digelar oleh siswa MAN Tanah Bumbu pada Jumat pagi, (07/11/2025), bertempat di halaman madrasah.
Pada kesempatan ini, giliran siswa kelas XI A yang bertugas sebagai pelaksana kegiatan dengan mengusung tema Kelestarian Lingkungan dan Budaya Indonesia. Seluruh siswa MAN Tanah Bumbu beserta guru dan tenaga kependidikan hadir menyaksikan kegiatan rutin yang bertujuan melatih keterampilan public speaking sekaligus memperkuat karakter dan kepedulian sosial siswa.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sari tilawah yang menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga bumi yang telah Allah amanahkan kepada manusia. Lantunan ayat suci dan terjemahan yang disampaikan membuat suasana pagi menjadi penuh kekhidmatan dan mengingatkan seluruh peserta akan nilai spiritual dalam menjaga alam.
Memasuki acara inti, tiga penceramah menyampaikan pidato tiga bahasa. Penceramah pertama, Fixli Amalia Rohimah, dalam pidato berbahasa Arab menegaskan Kewajiban menjaga alam merupakan kewajiban agama.
“Manusia ditugaskan sebagai khalifah di bumi, sehingga menjaga kebersihan lingkungan, tidak merusak alam, dan menggunakan sumber daya secara bijak merupakan bagian dari ibadah,” ungkapnya.
Pidato berlanjut oleh penceramah kedua, Salsabila May Rofi’ah, dalam bahasa Indonesia yang menyampaikan pernyataan, kekayaan alam Indonesia harus terus dilestarikan.
Ia menambahkan bahwa hutan, laut, dan kekayaan sumber daya alam lainnya adalah anugerah besar yang harus dijaga bersama. Pelestarian lingkungan, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat termasuk generasi pelajar.
Kegiatan muhadharah ditutup dengan hiburan drama kolosal Roro Jonggrang. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu berbicara di depan umum, tetapi juga memahami serta menerapkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan budaya bangsa.
MAN Tanah Bumbu terus mendorong kegiatan yang menumbuhkan karakter, prestasi, dan kesadaran siswa sebagai penerus masa depan Indonesia.
Penulis: Rach
Foto: Rach
Redaktur: Reni
