

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Dalam rangka menciptakan media pembelajaran inovatif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu membuat Scrapbook sebagai media belajar interaktif.
Guru Mapel IPS Hapijah, S.Pd mengatakan media ini digunakan untuk mendalami materi Pengaruh Agama Hindu dan Buddha di Indonesia, sebuah topik yang kaya akan peninggalan sejarah dan budaya. Proyek ini tidak hanya mengasah kreativitas siswa tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap warisan peradaban masa lalu, Senin (4/11/25).
Media pembelajaran Scrapbook ini dibuat dengan detail dan penuh kreativitas oleh para siswa. Setiap kelompok membuat buku tempel yang berisi berbagai informasi visual dan tekstual mengenai topik tersebut. Salah satu elemen kunci dalam Scrapbook ini adalah miniatur candi, seperti Candi Borobudur atau Prambanan, yang menjadi representasi fisik peninggalan bersejarah.
Selain miniatur candi, Scrapbook juga memuat peta jalur masuknya agama Hindu dan Buddha, ilustrasi arca dan relief, serta rangkuman singkat mengenai aspek-aspek kebudayaan, pemerintahan, dan sosial yang dipengaruhi oleh kedua agama tersebut.
Hapijah menyatakan bahwa tujuan utama dari pembuatan Scrapbook ini adalah untuk mengubah paradigma belajar yang selama ini cenderung monoton.
“Adapun tujuan pembuatan Scrapbook yakni untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, mendorong aktivitas dan kreativitas mereka dalam mengolah informasi, serta memberikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan,” ujar Hapijah.
Dengan membuat model dan mengumpulkan data secara langsung untuk ditempel, siswa tidak hanya menghafal, melainkan benar-benar memahami dan merasakan koneksi dengan materi yang dipelajari.
Ditambahkannya proses pembuatan Scrapbook ini dilakukan secara berkelompok, yang memungkinkan siswa untuk saling berdiskusi, berbagi ide, dan bekerja sama dalam memecahkan masalah. Pembagian tugas dalam kelompok, mulai dari riset materi, pembuatan miniatur, hingga penataan artistik, melatih keterampilan kolaborasi dan komunikasi siswa.
Diharapkan siswa dapat mengingat materi lebih lama karena terlibat secara aktif dalam proses penciptaan media belajar. Selain itu, keterampilan presentasi juga ikut terasah ketika setiap kelompok memamerkan dan menjelaskan hasil karya mereka di depan kelas.
“Melalui metode Scrapbook ini, siswa tidak hanya mendapatkan nilai akademik yang baik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya Indonesia, hal ini akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan belajar di masa depan. Proyek ini membuktikan bahwa pembelajaran sejarah, terutama materi yang kompleks seperti pengaruh Hindu-Buddha, dapat disampaikan dengan cara yang menarik, efektif, dan mendalam,” harapnya.
Penulis : Dyah
Foto : Hapijah
Redaktur : Reni
