

Kusan Hilir (MAN Tanbu) – Siswa kelas XII B MAN Tanah Bumbu melaksanakan praktik pengolahan pengawetan makanan pada Jumat (13/02/26) di ruang kelas setempat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata pelajaran Prakarya yang menitikberatkan pada keterampilan pengolahan bahan pangan menjadi produk awetan.
Dalam praktik itu, siswa mengolah tapai singkong yang dipadukan dengan nanas menjadi dodol. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, siswa diarahkan untuk memahami proses produksi sekaligus aspek ketahanan pangan sederhana.
Proses pembuatan diawali dengan melembutkan tapai singkong dan nanas hingga tercampur rata. Adonan kemudian dimasak sambil terus diaduk sampai mengental dan mengkristal. Setelah mencapai tekstur yang diinginkan, dodol dibungkus menggunakan kertas dan dijemur guna mengurangi kadar air agar lebih tahan lama.
Salah seorang siswa, Puspa, mengaku praktik tersebut memberikan pengalaman baru baginya, “Kami belajar bahwa prosesnya membutuhkan kesabaran, terutama saat mengaduk adonan hingga mengkristal. Meski melelahkan, hasilnya memuaskan karena kami bisa membuat produk sendiri,” ujarnya.
Kegiatan praktik ini tidak hanya memperkuat pemahaman teori pengawetan makanan, tetapi juga melatih kerja sama dan ketelitian siswa. Pembelajaran berbasis praktik tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas serta keterampilan wirausaha berbasis pangan lokal di kalangan peserta didik.
Penulis: Rach
Foto: Rach
Redaktur: Reni
