

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Ekstra Kurikuler (Ekskul) Tari MTsN 3 Tanah Bumbu semakin bersinar setelah Mata Pelajaran Seni Budaya menggelar ujian praktek tari di semua kelas. Hal ini tentu membuat mereka yang sudah tergabung dalam ekskul tari semakin semangat dalam berlatih sehingga ketika tampil pada saat mengikuti ujian mendapatkan hasil maksimal.
Hal tersebut disampaikan salah satu guru pemegang mata pelajaran seni Budaya, Mira Agustina, S.Pd yang menjelaskan bahwa dalam beberapa semester sejak tahun pelajaran 2023/2024 yang lalu sudah diterapkan praktek menari bagi pengikut mata pelajaran Seni Budaya.
“Materi tari terserah kepada peserta didik untuk memilihnya. Mereka dikelompokkan dengan jumlah minmal 5 orang. Selanjutnya mereka mencari bahan tarian dan menentukan sendiri apa yang mereka suka. Apabila sudah mantap dan bisa maka mereka menetapkan tarian itu secara permanen ketika waktu tampil praktek dang menggunakan aksesoris tari yang tersedia di madrasah. Artinya mereka tidak menyewa karena tentu mahal. Dan Alhamdulillah madrasah sudah menyediakan beberapa pakaian tarian yang bisa digunakan oleh peserta didik secara gratis,” kata Mira, Jumat (22/11/24).
Banyaknya kelompok tari yang menjalani ujian praktek membuat suasana jadi ramai dan meraih dengan penampilan para peserta ujian praktek dengan berdasarkan kelas yang kena giliran untuk tampil. Terkadang mereka tampil di lapangan kalau memungkinkan, tapi kalau tidak mereka bisa menggunakan aula sebagai tempat untuk tampil mengikuti ujian.
Menurut pembina Ekskul Tari MTsN 3 Tanah Bumbu, Henita Silmi Khavata, S.Si menegaskan bahwa mereka yang tergabung dalam ekskul tari sudah pasti tampil percaya diri dan atraktif karena mereka sudah mahir dan terbiasa membawakan berbagai tarian.
Dengan adanya ujian praktek tari bagi mata pelajaran Seni Budaya ini tentu akan menjadikan seni tari semakin berkembang dengan berbagai jenis tatian akan dihadirkan. Itu artinya dalam kegiatan ekskul akan menambah khasanah perbendaharaan jenis tarian. Sehingga tingaal mengembangkan mana yang lebih dominan dan tampil memukau maka kita jadikan sebagai bahan dan materi untuk mengikuti berbagai kompetisi nantinya.
“Terima kasih kepada pengempu Mata Pelajaran Seni Budaya yang telah turut serta mengembangkan kreasi dalam tarian. Sehingga peserta didik yang memang suka dan cinta akan seni tari ini akan semakin bersinar, sementara bagi mereka yang belum terlalu kenal dengan seni tari akan memunculkan keinginan untuk mengenal lebih dekat dengan seni tari,” imbuh Henita.
Dengan adanya kolaborasi seperti ini tentu akan membawa kepada kemajuan yang sangat signifikan sehingga akan melahirkan suatu usaha maksimal yang akan menuju kepada prestasi yang lebih tinggi nantinya.
Untuk ujian praktek tari ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas sembilan dengan tampil berdasarkan giliran yang sudah dijadwalkan, sehingga setelah masuk pada pelaksanaan ASAS / PAS tertulis semua jenis ujian praktek telah selesai dilaksanakan oleh seluruh guru pengempu mata pelajaran yang ujiannya praktek seperti Olah Raga, Seni Budaya, TIK dan Muatan Lokal (tahfidz).
Penulis: Man
Foto: Mira
Redaktur: Reni
