

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Hubungan Masyarakat (Humas) Iliyu Maulidiyah, S.Si mengikuti sosialisasi Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Direktorat Jejaring Pendidikan Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi secara daing melalui Zoom Meeting, Selasa (03/02/26).
Narasumber dari KPK Mochamad Hanafi menyampaikan keberhasilan dalam memotret kondisi integritas pendidikan bangsa akan membuka ragam solusi dan merajut kembali optimisme untuk merealisasikan fungsi Pendidikan Nasional.
“Untuk tujuan itulah survei ini sebagai salah satu manifestasi misi KPK dalam aspek pendidikan formal yakni meningkatkan upaya pencegahan melalui pendidikan antikorupsi yang komprehensif. Selain itu tujuan survei ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ang menyatakan bahwa fungsi Pendidikan Nasional yakni membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat,” jelasnya.
Ditambahkannya pelaksanaan SPI Pendidikan merupakan pengukuran dampak/efektivitas upaya pendidikan antikorupsi dengan cara memetakan kondisi integritas pendidikan pada tiga aspek utama, yaitu karakter integritas peserta didik, ekosistem pendidikan terkait pendidikan antikorupsi, dan risiko korupsi pada tata kelola pendidikan.
“Hasil SPI ini adalah cermin bagi kita semua di lingkungan pendidikan untuk tak henti meningkatkan integritas dan pelayanan publik, partisipasi aktif dari setiap madrasah, termasuk semangat sangat kami nantikan agar nilai-nilai antikorupsi dapat benar-benar merata dan kita wujudkan bersama,” tambahnya.
Iliyu mengatakan kegiatan tersebut sangat penting sebagai upaya bersama untuk terus memperbaiki layanan pendidikan kepada masyarakat untuk tujuan kesejahteraan yang adil nantinya.
“Sosialisasi hasil SPI ini sebagai kesempatan emas untuk introspeksi mendalam dan perbaikan tiada henti. Integritas adalah fondasi yang sangat kokoh dalam dunia pendidikan. Dengan memahami hasil survei ini, kami berupaya merumuskan langkah-langkah nyata untuk membangun lingkungan madrasah yang semakin transparan dan akuntabel, demi kenyamanan dan kepercayaan seluruh warga madrasah,” ujarnya.
Iliyu menambahkan bahwa SPI adalah sebuah alat ukur yang dirancang untuk membantu melihat potensi celah korupsi dan bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang lebih bersih dan nyaman.
“Kita ikut terlibat aktif dalam sosialisasi ini diharapkan menjadi bekal berharga, memberikan panduan konkret untuk mengevaluasi dan mengangkat standar integritas di madrasah kita. Tentunya semua harus dilaksanakan secara bersama-sama,” ujarnya.
Penulis : Dyah
Foto : Dyah
Redaktur : Reni
