

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah / Madrasah sebagai ruang dan media pembelajaran merupakan hal yang sangat tepat dan representatif karena memang salah satu fungsinya adalah tempat belajar. Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tanah Bumbu, Yuliati, S.S yang merespon progresif terhadap guru mata pelajaran yang sering meminta izin menggunakan ruang dan fasilitas perpustakaan sebagai tempat pembelajaran.
Menurut Yuliati kondisi ini tentu sangat positif untuk menumbuhkembangkan kesenangan pada perpustakaan dan minat baca di kalangan peserta didik.
“Selama ini ada indikasi penurunan minat kunjungan ke perlustakaan terlebih lagi minat baca sudah seperti hal yang tidak penting lagi. Dengan adanya kegiatan pembelajaran yang diarahkan oleh guru pengempu mata pelajaran ke ruang perpustakaan setidaknya peserta didik mulai merasakan betapa pentingnya eksistensi perpustakaan itu sebagai tempat belajara yang nenyenangkan. Apalagi kalau pembelajaran yang bersangkutan memanfaatkan semua fasilitas perpus seperti buku, internet dan fasilitas pendukung lainnya. sun gguh suatu yang sangat bermanfaat dan menunjang kemajuan perpustakaan sekolah / madrasah. Pada gilirannya peserta didik akan merasa betah dan senang berkunjung ke perpustakaan walau tidak terkait dengan materi ajar,” kata Yuliati ketika dikonfirmasi, Jumat (7/2/25).
Memang secara umum perpustakaan adalah sebagai wadah sumber belajar, tempat diskusi bertukar pengalaman dan ilmu. Sebagai pusat belajar mengajar dan sumber informasi menempatkan perpustakaan sebagai wadah strategis yang sangat fatal dalam pengembangan ilmu dan penngetahuan.
“Di samping berperan mengembangkan minat baca dan cinta buku bagi siswa dan guru perpustakaan juga memiliki fungsi yang lebih luas diantaranya membiasakan siswa belajar mandiri, membantu menyelesaikan tugas, membantu guru dalam menemukan sumber pengajaran, memperluas kesempatan belajar, memperkaya kosa kata dan memperkenalkan teknologi melalui buku-buku digital dan elektronik,” kata Yuliati.
Dengan adanya metode pembelajaran dengan menggunakan perpustakaan sebagai media dan ruang membuat tingkat kunjungan ke perpustakaan pun mengalami peningkatan dari hari ke hari. Semoga akan memberikan dampak positif sehingga peran perpustakaan benar-benar menjadi urat nadi dalam proses pembelajaran dan transfer ilmu pengetahuan.
Penulis: Fat
Foto: Man
Redaktur: Reni
