

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) Rusdiah, Rapi, S.Pd.I, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dari petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tanah Bumbu pada Kamis (15/01/25).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi dan pengecekan presensi (kehadiran) siswa penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Dalam pertemuan tersebut, Rusdiah menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada, terdapat puluhan siswa di lingkungan MTsN 1 Tanbu yang tercatat sebagai penerima manfaat bantuan sosial dari pemerintah pusat tersebut.
“Ada sekitar 24 siswa MTsN 1 Tanbu yang saat ini menerima dana bantuan PKH, pengecekan presensi ini sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berbanding lurus dengan kedisiplinan siswa di sekolah,” ujar Rusdiah.
Lebih lanjut Rusdiah menjelaskan bahwa dana PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat, yang salah satu tujuannya adalah mendukung akses pendidikan.
Ia berharap, siswa yang mendapatkan dana bantuan tersebut dapat lebih termotivasi dalam menuntut ilmu.
“Kami berharap bantuan ini menjadi pemacu semangat belajar. jangan sampai bantuan diterima, namun absensi di sekolah justru banyak yang kosong,” tambahnya.
Di sisi lain, petugas dari Dinsos Kabupaten Tanah Bumbu menekankan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk monitoring rutin. Pihak Dinsos menginginkan adanya korelasi yang signifikan antara pemberian bantuan dengan performa siswa di madrasah.
“Harapan kami, terjadi korelasi yang signifikan antara siswa yang menerima bantuan harus rajin sekolah dan menunjukkan perilaku yang baik. Dana bantuan tersebut wajib digunakan sepenuhnya untuk keperluan sekolah, seperti membeli seragam, alat tulis, maupun kebutuhan penunjang pendidikan lainnya,” ungkap petugas Dinsos.
Selain itu pihak Dinsos juga mengingatkan bahwa jika ditemukan siswa penerima PKH yang sering bolos atau tidak memenuhi standar kehadiran tanpa alasan yang jelas, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap status kepesertaan bantuan mereka di masa mendatang.
Penulis : Dyah
Foto : Dyah
Redaktur : Reni
