

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu) menghadiri kegiatan strategis bertajuk Sinergi Implementasi Asta Protas (Delapan Program Prioritas) yang dipusatkan di Aula Jeddah, Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Jumat (15/02/26).
Kegiatan ini digelar dengan tujuan utama memperkokoh kolaborasi antarkepala madrasah dalam mengawal program prioritas Kementerian Agama. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para pemangku kebijakan pendidikan di Kalimantan Selatan untuk menyamakan persepsi demi kemajuan lembaga pendidikan Islam di masa depan.
Acara ini menghadirkan tokoh penting, yakni Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kemenag Kalsel, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd., serta Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor, S.AP. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut memberikan ruang bagi para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kalsel untuk berdialog langsung.
Kehadiran legislator pusat juga diharapkan mampu mempercepat realisasi kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan madrasah di daerah.
Dalam forum tersebut, setiap kepala madrasah diposisikan sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan madrasah tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga menyerap kebutuhan riil dari akar rumput.
Melalui diskusi yang interaktif, para peserta berbagi pandangan mengenai tantangan dan peluang dalam mendorong kemajuan pendidikan madrasah di Kalimantan Selatan agar mampu bersaing di level nasional.
Kepala MTsN 1 Tanbu Dra. Hj. Hikmah, MM yang hadir turut mengambil peran aktif dengan menyalurkan aspirasi khusus terkait penerapan konsep ekoteologi di lingkungan madrasah dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kesadaran lingkungan (pelestarian alam).
“Madrasah harus menjadi pelopor dalam mengajarkan siswa untuk menjaga ekosistem sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Hikmah berharap agar konsep ekoteologi ini mendapatkan dukungan penuh, baik dalam bentuk kebijakan kurikulum lokal maupun fasilitas pendukung di madrasah.
Ia meyakini bahwa dengan diterapkannya program berbasis lingkungan ini, madrasah tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga generasi yang peduli terhadap keberlanjutan alam Kalimantan Selatan.
Penulis : Dyah
Foto : Hikmah
Redaktur : Reni
