

Kusan Hilir (MTsN 1 Tanbu) – Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) Perawatan Pagatan menggelar kegiatan screening Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanah Bumbu (MTsN 1 Tanbu). Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini PPOK, penyakit paru kronis yang seringkali tidak bergejala pada tahap awal.
Kegiatan screening yang dilaksanakan di lingkungan sekolah ini meliputi pengisian kuisioner mengenai riwayat kesehatan, pengukuran berat badan (BB), dan tinggi badan (TB). Data yang diperoleh dari screening ini akan dianalisis untuk mengidentifikasi guru dan tenaga kependidikan yang berisiko tinggi terkena PPOK. Mereka yang teridentifikasi berisiko tinggi akan diberikan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
PPOK merupakan penyakit paru-paru yang ditandai dengan kesulitan bernapas akibat penyempitan saluran udara di paru-paru. Penyakit ini sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok, namun faktor lain seperti paparan polusi udara dan infeksi saluran pernapasan juga dapat menjadi penyebab. Deteksi dini PPOK sangat penting karena dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Nida Azhari Putri, S.Pd menyambut baik kegiatan ini, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Puskesmas Perawatan Pagatan dalam menyelenggarakan screening PPOK bagi GTK, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan para pendidik dan memastikan mereka dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa,” ujarnya diruang guru, Rabu (18/09/24).
Dengan adanya screening ini, diharapkan guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tanbu dapat mengetahui status kesehatan paru-parunya. Bagi mereka yang terdeteksi memiliki risiko tinggi, dapat segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Penulis : Dyah
Foto : Dyah
Redaktur : Reni
