

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tanah Bumbu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penentuan Mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) berbasis kearifan lokal, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan potensi daerah, nilai-nilai keislaman, serta kebutuhan peserta didik ke dalam kurikulum madrasah.
Rakor tersebut diikuti oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Guru BK, serta guru pengampu mata pelajaran muatan lokal.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Lilik Sutiyani, S.Pd., menegaskan bahwa penetapan muatan lokal memiliki peran penting, baik dari sisi penguatan akademik maupun pemenuhan beban mengajar guru.
“Kita harus menentukan mata pelajaran muatan lokal yang akan diterapkan di madrasah kita ini agar bisa disinkronkan dengan mata pelajaran yang terkait sehingga mampu menjadi penguat dalam mapel yang bersangkutan,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, penetapan mulok juga mempertimbangkan pemenuhan jam mengajar guru, khususnya bagi guru bersertifikasi yang harus memenuhi ketentuan beban kerja sesuai regulasi.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa mata pelajaran muatan lokal yang akan diterapkan adalah Nahwu Sharaf dan Tahsin. Kedua mata pelajaran ini dipilih karena dinilai relevan dengan karakter madrasah berbasis keislaman serta mampu memperkuat kompetensi peserta didik dalam bidang Bahasa Arab dan Al-Qur’an.
Melalui kebijakan ini, MTsN 3 Tanah Bumbu berkomitmen menghadirkan kurikulum yang kontekstual, religius, dan selaras dengan kebutuhan akademik peserta didik sekaligus mendukung profesionalisme guru.
Penulis: Man
Foto: Hla
Redaktur: Reni
