

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Siswa Baru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tanah Bumbu Tahun Pelajaran 2025 / 2026 jejaki pengalaman pertama dalam mengikuti Program Sarapan Pagi Bersama dalam Keluarga Besar Madrasah.
Pembina UKS MTsN 3 Tanah Bumbu, Siti Munfatikatul Khoiriyah, S.S menuturkan bahwa kegiatan Program Sarapan Pagi Bersama ini adalah yang pertama diikuti oleh peserta didik baru karena barangkali sewaktu mereka masih di SD/MI kegiatan semacam ini belum pernah dilaksankan sedangkan di MTsN 3 Tanah Bumbu kegiatan ini berlangsung setiap bulan.
“Bagi mereka peserta didik baru Tahun Pelajaran 2025 / 2026 adalah kali pertama mereka sarapan bareng dengan teman-teman dan dewan guru secara bersama-sama. Dan tentunya merupakan pengalaman yang belum perna ada sebelumnya. Kesan yang muncul dalam kegiatan ini adalah kebersamaan, kesederhanaan dan silaturahim yang kental. Tidak ada perbedaan, tidak yang istimewa semuanya sama, duduk ditempat yang sama,” kata Fatih, Jumat (18/07/2025).
Pelaksanaan kegiatan Sarapan Pagi Bersama ini merupakan bagian dari program pembiasaan dan pembentukan karakter bagi peserta didik. Sehingga kegiatan ini masuk dalam kalender kegiatan rutin yang pelaksanaannya diselenggarkan setiap bulan pada minggu ketiga, dengan catatan tidak ada kegiatan penting yang berbarengan.
Memang kegiatan ini sekilas nampak biasa dengan rutinitas makan atau sarapan pagi yang dilakukan secara bersama. Akan tetapi sungguh luar biasa dari kegiatan ini akan mencerminkan sikap kesederhanaan, kebersamaan dan senantiasa dalam kedisiplinan. Karena sebelum memulai setiap anak harus duduk rapi dan tertib dan tidak boleh berada diluar dari barisan yang telah ditentukan.
Selanjutnya secara religi ada pembiasaan membaca doa bersama sebelum dan sesudah makan yang apabila sendirian terkadang sering dilupakan. Inilah esensi dari kegiatan ini, bahkan pelaksanaan ini juga melibatkan seluruh PTK yang juga turut sarapan secara bersama-sama berbaur dengan peserta didik. Sungguh suatu hal yang indah, menjalin komunikasi dan membina keakraban antara guru dan siswanya. Sehingga tercipta hubungan emosional yang erat.
Penulis: Man
Foto: Cha
Redaktur: Reni
