

Satui (MTsN 3 Tanbu) – Siswa Kelas 7 MTsN 3 Tanah Bumbu menciptakan hasil karya seni yang menarik dan eksostik dengan menggunakan bahan alam lunak dan sampah ataupun bahan daur ulang.
Kegiatan tersaji pada saat praktek Mata Pelajaran Prakarya dalam rangka menggelar Ujian Praktek Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Semester Ganjil Tahun 2025 untuk mapel tersebut.
Guru Mata Pelajaran Prakarya Kelas 7 Galih Alon Tata Siaga menuturkan bahwa praktek Mapel Prakarya ini sengaja mengambil tema aktivitas kehidupan sehari-hari dan alam sekitar, dimana peserta didik membuat karya-karya seni dari bahan yang sudah tersedia seperti koran bekas, botol plastik, kayu-kayu patahan yang sudah digunakan, kardus dan lain-lain yang kemudian disulap menjadi sebuah hasil karya yang indah dan menarik.
“Dari bahan-bahan sederhana dan limbah kita bisa buat karya seni menarik dari bahan daur ulang tersebut yang mencakup berbagai macam kreasi, seperti hiasan dan lampu dari botol plastik, vas dari bohlam atau koran bekas, kolase dari majalah atau kardus, serta patung dan hiasan dari komponen lain seperti sendok plastik dan CD bekas. Beberapa contoh lainnya termasuk kaleng bekas yang diubah menjadi tempat penyimpanan atau rak, dan boneka dari sarung tangan atau kain perca,” kata Galih, Selasa (18/11/2025).
Dengan memanfaatkan bahan alam lunak dan berbasis sampah dan daur ulang banyak kreasi yang bisa tercipta, diantaranya lampu hias yang terbuat dari botol plastik bekas atau sendok plastik yang disusun membentuk sebuah lampu. Vas bunga yang dibuat dari bohlam bekas yang dikosongkan isinya, botol plastik, atau bahkan gulungan kertas koran bekas yang disusun melingkar. Tempat penyimpanan atau hiasan dinding dengan memberdayakan kaleng bekas dapat diubah menjadi tempat pensil, tempat sendok, atau rak dinding. Kolase yakni pemanfaatan potongan kertas dari majalah, koran, atau kardus untuk membentuk gambar berlapis. Bahan lain seperti kain, pecahan kaca, atau plastik juga bisa digunakan untuk tekstur yang lebih kaya.
Karya dari bahan alam lunak dan daur ulang ini dapat juga diciptakan bentuk-bentuk patung seperti patung hewan laut yangTerbuat dari sedotan plastik untuk kampanye kesadaran lingkungan. Bunga hias yang terbuat dari sedotan, kertas, atau bahkan bungkus deterjen bekas yang dibentuk menjadi kelopak dan tangkai bunga.
Termasuk juga gantungan kunci atau aksesoris dengan memanfaatkan tutup botol bekas dapat dijadikan gantungan kunci, atau kancing bekas dapat dirangkai menjadi gelang. Jam dinding yang dibuat dari tutup botol bekas atau kardus bekas yang dibentuk menyerupai jam.
“Karya-karya yang telah dihasilkan oleh peserta didik Kelas 7 ini tentu akan diseleksi dan akan dijadikan pajangan bagi karya hasil terbaik,” kata Galih mengakhiri keterangannya.
Penulis: Man
Foto: Mir
Redaktur: Reni
