

Ketiga peserta yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Masniah Norlaila, S.Ag, Risma Yanti, S.Pd, dan Muhammad Padhilah, S.Kom. Masniah, salah satu peserta terbaik, menyampaikan bahwa kegiatan Latsar ini merupakan sebuah proses yang sangat bermakna, mengajarkan tentang disiplin, kerjasama, dan saling mendukung antar sesama Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pembimbing dan teman seperjuangan yang luar biasa. Melalui kegiatan Latsar ini, kami belajar banyak mengenai arti disiplin, kerjasama, dan pentingnya saling mendukung. Menjadi peserta terbaik hanyalah bonus dari proses belajar yang penuh makna. Mari terus berkontribusi dengan semangat BerAKHLAK!”, ujar Masniah.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah upacara penutupan Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Agama Gelombang 6 Angkatan LVII, LVIII, dan LIX yang diadakan di Gedung Aula Demang Lehman, Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin, kota Banjarbaru, Rabu (29/10/2025).
Secara keseluruhan, terdapat 120 peserta pada Gelombang 6 Latsar, yang terbagi dalam tiga angkatan dengan masing-masing 40 peserta. Mereka berasal dari Kantor Kementerian Agama di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin H. Khaeroni mengungkapkan bahwa dari Gelombang 1 sampai Gelombang 6, Gelombang 6 adalah yang paling bersemangat.
“Terlihat dari semangat dan kekompakan peserta, terutama dalam yel-yel. Semoga semangat ini terus terbawa saat menjalankan tugas sebagai ASN. Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta Gelombang 6 yang telah menyelesaikan tahapan Latsar dengan sangat baik, dari e-learning 1, pembelajaran mandiri, habituasi, e-learning 2, hingga akhirnya berhasil lulus dengan 100%,” kata Khaeroni.
Khaeroni juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan peserta Latsar sebagai calon pemimpin masa depan. “Saya berharap, kalian adalah pemimpin yang akan menggantikan kami saat kami pensiun. Latsar ini adalah pondasi awal. Jika pondasinya kuat, InsyaAllah bangunannya akan kokoh dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, hadir Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama, Hj. Musyarrafah Amin, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Latsar adalah gerbang untuk menjadi PNS, yang harus dimulai dengan niat baik.
“Menjadi PNS harus dimulai dengan niat yang baik. Latsar adalah proses penting dalam perjalanan kita sebagai ASN. Jangan pernah bermimpi menjadi miliarder setelah menjadi ASN, karena tugas kita adalah mengabdi dengan integritas dan profesionalisme. Itulah nilai-nilai yang harus dibentuk selama menjalani karier sebagai abdi negara,” tegas Musyarrafah.
Ia juga menambahkan bahwa ASN bukan hanya sekadar pekerja yang menerima gaji. ASN berperan sebagai pelayan publik, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, serta penyelenggara kebijakan publik.
Acara ini diakhiri dengan kegiatan ramah-tamah dan bersalam-salaman antara peserta dengan Widyaiswara serta panitia Latsar dari BDK Banjarmasin.
Penulis: Effiza
Foto: Effiza
Editor: Ren
