

Batulicin (Kemenag Tanbu) – Sebanyak tujuh peserta Lomba PAI Fair Kabupaten Tanah Bumbu yang berlomba pada 6 November 2025 lalu berhasil melaju ke ajang PAI Fair tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (10/11/2025).
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Keagamaan Islam (Kasi PAPKIS) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Tanah Bumbu, H. Lukmanul Hakim, S.Ag menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan secara daring (Zoom Meeting) memberikan pengalaman dan pembelajaran tersendiri.
Menurutnya, aspek teknis seperti kestabilan jaringan internet, pasokan listrik, serta kualitas kamera dan pencahayaan menjadi faktor penting yang turut memengaruhi kelancaran serta penilaian lomba.
“Pada pelaksanaan lomba tingkat SD, misalnya, ada penyesuaian yang dilakukan karena kendala jaringan dan listrik. Selain itu, ketajaman gambar dan kejernihan suara juga berpengaruh terhadap penilaian. Tim penilai dari Kelompok Kerja Pengawas PAI Kalsel yang terdiri atas para guru dan pengawas PAI,” ujarnya.
Staf Seksi PAPKIS Kankemenag Tanah Bumbu Nurul Hidayah menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba meliputi beberapa cabang dan jenjang.
“Untuk cabang lomba pidato ada tiga jenjang, yaitu SD, SMP, dan SMA. Begitu pula dengan cabang MTQ, masing-masing diikuti oleh jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara untuk cabang MHQ, pesertanya berasal dari tingkat TK. Jadi, Kabupaten Tanah Bumbu berpartisipasi lengkap di semua cabang lomba tingkat provinsi,” ujarnya.
Sesuai petunjuk teknis (Juknis), kegiatan ini terpusat di kantor Kemenag di setiap daerah. Perlombaan tingkat provinsi akan menjaring tujuh besar peserta terbaik untuk maju ke tingkat nasional.
“Untuk tingkat nasional juga terdapat tujuh cabang lomba. Ada 13 kota/kabupaten yang bersaing memperebutkan posisi tujuh besar di tingkat provinsi,” tambah Nurul.
PAI Fair merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa dikenal dengan nama Pentas PAI. Perbedaan antara keduanya terletak pada jenis lomba dan kategori pesertanya.
Dari segi peserta, Pentas PAI sebelumnya diikuti murni oleh siswa, sedangkan PAI Fair memiliki cakupan yang lebih luas.
“Peserta PAI Fair tidak hanya berasal dari siswa, tetapi juga dari guru, pengawas, dan mahasiswa PTKIN. Kalau Pentas PAI menjaring peserta terbaik secara berjenjang, maka PAI Fair nasional hanya memiliki tiga cabang utama, yaitu MTQ, MHQ, dan Pidato. Sementara cabang lainnya dapat diikuti dengan mendaftar langsung melalui link PAI Fair yang dikelola oleh Direktorat Jenderal PAI bekerja sama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII),” terangnya.
Dengan semangat dan partisipasi dari seluruh jenjang, diharapkan para peserta asal Tanah Bumbu dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan hingga nasional.
Penulis : Effiza
Foto : Effiza
Editor : Reni
